Software VPN, Jasa pembuatan website, Hosting Murah, Hosting WordPress, Hosting Indonesia, Hosting terbaik, Hosting lokal murah, Website E-commerce, Website gratis, Website yang menarik, Jasa pembuatan website

Belajar PHP : Pengenalan Operator di PHP

Pada seri belajar PHP kali ini kita akan mengenal tentang operator di PHP lengkap dengan kegunaan dan contoh penggunaan operator di PHP.

Apa itu Operator?

Operator adalah simbol yang menjalankan operasi pada satu atau lebih operand (nilai atau variabel). Ada berbagai jenis operator di PHP, termasuk operator aritmatika, assignment, perbandingan, dan logika.

Operator memiliki fungsi untuk menjalankan operasi pada operand yang ditentukan. Fungsi operator tergantung pada tipe operator yang digunakan.

Jenis-jenis Operator di PHP

Di bawah ini adalah beberapa contoh fungsi operator di PHP:

  • Operator aritmatika: Menjalankan operasi aritmatika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada operand yang ditentukan.
  • Operator penugasan: Menugaskan nilai dari operand kanan ke operand kiri. Contohnya, operator penugasan (=) menugaskan nilai dari operand kanan ke variabel yang ditentukan oleh operand kiri.
  • Operator perbandingan: Membandingkan nilai dari operand yang ditentukan dan mengembalikan nilai boolean (true atau false) sesuai dengan hasil perbandingan.
  • Operator logika: Menjalankan operasi logika seperti dan, atau, dan bukan pada operand yang ditentukan dan mengembalikan nilai boolean sesuai dengan hasil operasi.

1. Operator Aritmatika

Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian pada operand yang ditentukan. Di PHP, operator aritmatika yang tersedia adalah:

  • Penambahan (+): menambahkan nilai dari operand kiri dan operand kanan.
  • Pengurangan (-): mengurangi nilai operand kanan dari operand kiri.
  • Perkalian (*): mengalikan nilai operand kiri dan operand kanan.
  • Pembagian (/): membagi nilai operand kiri dengan operand kanan.
  • Modulus (%): mengembalikan sisa dari pembagian operand kiri dengan operand kanan.

Contoh penggunaan operator aritmatika :

$x = 10;
$y = 5;

// Penambahan
echo $x + $y; // Output: 15

// Pengurangan
echo $x - $y; // Output: 5

// Perkalian
echo $x * $y; // Output: 50

// Pembagian
echo $x / $y; // Output: 2

// Modulus
echo $x % $y; // Output: 0

2. Operator Assigment

Operator assignment atau penugasan adalah operator yang digunakan untuk menugaskan nilai dari operand kanan ke operand kiri. Di PHP, operator assignment yang tersedia adalah:

  • Penugasan (=): menugaskan nilai dari operand kanan ke operand kiri.
  • Penambahan penugasan (+=): menambahkan nilai operand kanan ke operand kiri dan menugaskan hasilnya ke operand kiri.
  • Pengurangan penugasan (-=): mengurangi nilai operand kanan dari operand kiri dan menugaskan hasilnya ke operand kiri.
  • Perkalian penugasan (*=): mengalikan nilai operand kiri dengan operand kanan dan menugaskan hasilnya ke operand kiri.
  • Pembagian penugasan (/=): membagi nilai operand kiri dengan operand kanan dan menugaskan hasilnya ke operand kiri.
  • Modulus penugasan (%=): mengembalikan sisa dari pembagian operand kiri dengan operand kanan dan menugaskan hasilnya ke operand kiri.
Baca Juga  Belajar PHP : Mengenal Variabel di PHP

Contoh penggunaan operator assignment :

$x = 10;
$y = 5;

// Penugasan
$x = $y;
echo $x; // Output: 5

// Penambahan penugasan
$x += $y;
echo $x; // Output: 10

// Pengurangan penugasan
$x -= $y;
echo $x; // Output: 5

// Perkalian penugasan
$x *= $y;
echo $x; // Output: 25

// Pembagian penugasan
$x /= $y;
echo $x; // Output: 5

// Modulus penugasan
$x %= $y;
echo $x; // Output: 0

3. Operator Perbandingan

Operator perbandingan adalah operator yang digunakan untuk membandingkan nilai dari operand yang ditentukan dan mengembalikan nilai boolean (true atau false) sesuai dengan hasil perbandingan. Di PHP, operator perbandingan yang tersedia adalah:

  • Sama dengan (==): mengembalikan true jika nilai operand kiri sama dengan operand kanan.
  • Tidak sama dengan (!=): mengembalikan true jika nilai operand kiri tidak sama dengan operand kanan.
  • Lebih besar dari (>) : mengembalikan true jika nilai operand kiri lebih besar dari operand kanan.
  • Kurang dari (<): mengembalikan true jika nilai operand kiri kurang dari operand kanan.
  • Lebih besar dari atau sama dengan (>=): mengembalikan true jika nilai operand kiri lebih besar dari atau sama dengan operand kanan.
  • Kurang dari atau sama dengan (<=): mengembalikan true jika nilai operand kiri kurang dari atau sama dengan operand kanan.

Contoh penggunaan operator perbandingan :

$x = 10;
$y = 5;

// Sama dengan
var_dump($x == $y); // Output: false

// Tidak sama dengan
var_dump($x != $y); // Output: true

// Lebih besar dari
var_dump($x > $y); // Output: true

// Kurang dari
var_dump($x < $y); // Output: false

// Lebih besar dari atau sama dengan
var_dump($x >= $y); // Output: true

// Kurang dari atau sama dengan
var_dump($x <= $y); // Output: false

4. Operator Logika

Operator logika adalah operator yang digunakan untuk menjalankan operasi logika seperti dan, atau, dan bukan pada operand yang ditentukan dan mengembalikan nilai boolean sesuai dengan hasil operasi. Di PHP, operator logika yang tersedia adalah:

  • Dan (&&): mengembalikan true hanya jika kedua operand bernilai true.
  • Atau (||): mengembalikan true jika salah satu operand bernilai true.
  • Bukan (!): mengembalikan nilai boolean yang berlawanan dengan operand yang ditentukan.
Baca Juga  Cara Membuat Fungsi Terbilang di PHP

Contoh penggunaan operator logika :

$x = true;
$y = false;

// Dan
var_dump($x && $y); // Output: false

// Atau
var_dump($x || $y); // Output: true

// Bukan
var_dump(!$x); // Output: false

Sekian dulu tutorial dari Ruang Koding tentang pengenalan operator di PHP. semoga bermanfaat

Referensi : https://www.w3schools.com/php/php_operators.asp

Leave a Comment

close